Rabu, 29 Oktober 2014

Pemecahbelah Iman pada Para Malaikat Allah

Penghancur Sistematika Iman Diatas Jejak Kenabian

Katakanlah: Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. (QS. 2/Al-Baqarah : 97)

Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. (QS.2/Al-Baqarah : 98)

SERANGAN PEMBATALAN YAHUDI TERHADAP KENABIAN RASULULLAH


 

 

 Hasyim bin Al-Qasim menceritakan kepada kami dari Abdul Hamid dari Syahr, ia berkata Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhu menceritakan : ” Ada sekelompok orang Yahudi mendatangi Rasulullah pada suatu hari, lalu mereka berkata : Wahai Abu Qasim, beritahukanlah kepada kami perkara yang kami tanyakan kepadamu, yang tidak diketahui kecuali oleh seorang Nabi.”
Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab : Tanyakanlah segala hal yang kalian kehendaki, tetapi berjanjilah kepadaku sebagaimana Ya’qub telah mengambil janji dari anak-anaknya. Jika aku memberitahukan kepada kalian dan kalian mengetahui bahwa itu benar, maka kalian harus mengikutiku memeluk Islam.”
(Ya,) janji itu bagimu,” sahut mereka.
Kemudian Rasulullah bersabda: Tanyakan apa yang kalian kehendaki.”
Maka merekapun berkata : ”Beritahukan kepada kami 4 hal yang akan kami tanyakan kepadamu : Makanan apa yang diharamkan oleh Israil, atas dirinya sendiri sebelum diturunkanya kitab Taurat ? Beritahukan kepada kami, bagaimana ovum perempuan dan sperma laki-laki, dan bagaimana cairan itu bisa menjadi anak laki-laki (atau perempuan)? Beritahukan juga kepada kami mengenai Nabi yang Ummi ini dalam hal tidur dan siapakah dari kalangan Malaikat yang menjadi penolongnya ?”
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :” Hendaklah kalian berpegang teguh pada sumpah dan janji pada Allah jika aku memberitahukan kepada kalian, maka kalian sungguh-sungguh mengikutiku.” Kemudian merekapun memberikan ikrar dan janjinya kepada beliau yang beliau kehendaki. Lebih lanjut beliau bersabda:” Aku bersumpah demi Allah yang menurunkan taurat kepada Musa, apakah kalian mengetahui bahwa Israil, Ya’qub pernah menderita sakit parah, dan penyakitnya itu menahun. Pada saat itu ia bernadzar dengan sesuatu nadzar demi Allah, jika Allah Ta’alaa menyembuhkanya dari penyakit yang dideritanya itu, ia akan mengharamkan makanan dan minuman yang paling ia sukai untuk dirinya sendiri. Dan makanan yang paling ia sukai adalah daging unta, sedangkan minuman yang paling ia sukainya adalah susu unta.”
Merekapun berujar :” Ya, Benar.”
Lalu Rasulullah bersabda:”Ya Allah, bersaksilah atas mereka.”
Selanjutnya beliau bersabda:” Aku bersumpah demi Allah yang tiada Ilah selain Dia yang menurunkan Taurat kepada Musa, tidakkah kalian mngtahui bahwa cairan (sperma) laki-laki itu pekat dan bewarna putih, sedangkan cairan perempuan itu encer dan berwarna kekuningan. Mana dari keduanya yang lebih mendominasi, maka baginya anak dan kemiripan dengan seizin Allah. Jika sperma laki-laki lebih mendominasi dari ovum perempuan, maka dengan izin Allah akan lahir anak laki-laki. Dan jika ovum perempuan lebih mendominasi sperma laki-laki, maka akan lahir anak perempuan dengan izin Allah Ta’alaa.”
“Benar” jawab mereka.
Lalu beliau bersabda : Ya Allah, bersaksilah atas mereka. Dan aku bersumpah atas nama Allah yang telah menurunkan Taurat kepada Musa, apakah kalian mengetahui bahwa Nabi yang Ummi itu tidur dengan memejamkan mata tetapi kalbunya tidak tidur.”
Merekapun menjawab : ”Ya, benar.”
Selanjutnya beliau bersabda : ” Ya Allah, bersaksilah atas mereka.”
Setelah itu merekapun mengatakan : Sekarang beritahukan kepada kami, siapa malaikat yang menjadi penolongmu. Jawaban ini yang akan menentukan, kami berjamaah denganmu atau berpisah darimu.”
Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:” Sesungguhnya penolongku adalah Malaikat Jibril, dan Allah tidak mengutus seorang Nabipun melainkan ia sebagai penolongnya.”
Mereka menyahut : Inilah yang menjadikan kami berpisah darimu. Jika penolongmu itu selain Malaikat Jibril, niscaya kami mengikutimu dan membenarkanmu.”
Kemudian beliaupun bertanya : ”Apa yang menyebabkan kalian tidak mau membenarkannya ? Merekapun menjawab :Karena ia adalah musuh kami.” Pada yang sedemikian itulah Allah menurunkan ayat (97-103, surat 2/Al-Baqarah) pada yang sedemikian itulah mereka mendapat murka diatas murka. (HR. Ahmad)

Dalam kitab tafsirnya Sanid berkata dari Hajjaj bin Muhammad dari Ibnu Juraij dari Al-Qasim bin Abi Bazzah : Bahwasanya orang-orang Yahudi bertanya kepada Nabi shallallaahu’alihi wa sallam tentang sahabatnya yang menurunkan wayu pada beliau. Beliau bersabda : “Jibrail”. Orang-orang Yahudi mengatakan. “Jibrail itu musuh kami. Dan tidaklah Jibrail itu datang melainkan dengan perang,  penyiksaan  dan pembunuhan. Maka turunlah ayat :

Katakanlah : Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. (QS. 2/Al-Baqarah : 97)
(Abu Al-Fidaa’ Ismail bin Katsir, Tafsir Ibnu Katsir, Daar Al-Fikr, Beirut, 1407 H/1986 , Jilid I, hal. 131)

Terhadap pandangan Yahudi tentang Jibril tersebut diatas hendaklah dicermati, hal yang sama ada pada kepercayaan akan dewa yang baik dan ada pula dewa perusak

Ibnu Jarir juga berkata bahwa Mujahid berkata : Orang-orang Yahudi berkata : Wahai Muhammad, tidaklah Jibril itu turun melainkan dengan penyiksaan, perang dan pembunuhan.Maka sesungguhnya Jibril itu musuh kami".
Maka turunlah ayat :

Katakanlah : Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. (QS. 2/Al-Baqarah : 97)

Padahal Jibril, Mikail dan Israfil adalah sama-sama hamba Allah yang tidak diberi kemampuan oleh Allah untuk ma’shiyat.

Tentang ayat tersebut di atas , Al-Bukahry berkata bahwa Ikrimah berkata : Jibru, Miiku dan Israfu : “hamba”. Ilu adalah Allah.

Pada upacara-upacara tolak balak, mengusir roh jahat, ruwatan dan sebagainya menjadi jelas adalah jejak kepercayaan Hindu. Jelas adalah jejak pemecahbelahan Yahudi terhadap iman pada para malaikat, salah satu dari rukun iman yang enam. Jejak pemecahbelahan Yahudi terhadap para malaikat ini jelas untuk menghancurkan sistematika iman diatas jejak kenabian, dalam hal ini iman pada para malaikat Allah.


BEGITU MUSLIM SEORANG TOKOH YAHUDI BEGITU DIDUSTAKAN

Muhammad menceritkan kepada saya dari Abdush-Shamad dari bapaknya dari Abdul Aziz bi Shuhaib dari Malik bin Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menuju Madinah. Tatkala datang di Madinah, datanglah Abdullah bin Salam, ia berkata :  “Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah dan engkau datang dengan kebenaran.
Sungguh orang-orang Yahudi tahu bahwa aku adalah sayyid (pemimpin) mereka dan putra dari sayyid (pemimpin) mereka, adalah alim ulama mereka, putra alim ulama mereka, maka undanglah mereka dan tanyakanlah kepada mereka tentang aku sebelum mereka mengatauhui bahwa akum  mengislamkan diri menjadi muslim. Karena sesungguhnya jika mereka telah mengetahui aku mengislamkan diri sebagai muslim, mereka akan mengatakan tentang aku apa yang bukan yang ada padaku"
Maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengirim utusan. Kemudian mereka menuju ke Rasulullah dan menemui beliau.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda kepada mereka : Wahai sekalian orang Yahudi, celakalah kalian, bertaqwalah pada Allah.
Demi Allah yang tiada ilah yang hak untuk diibadati kecuali Dia. Sungguh kalian tahu bahwa aku adalah utusan Allah dengan benar dan aku datang kepada kalian dengan kebenaran. Hendaklah kalian mengislamkan diri menjadi muslim.
Mereka menjawab : Kami tidak mengetahuinya. Mereka mengatakannya ini tiga kali.
Rasulullah bertanya : Orang yang bagaimanakah Abdullah bin Salam itu di tengah-tengah kalian (orang-orang Yahudi)?".
Mereka menjawab : "Dia adalah sayyid (pemimpin) kami dan putra dari sayyid kami, Dia adalah rabbi dan alim ulama kami, putranya rabbi dan alim ulama kami"

Rasulullah betanya : Bagaimana pendapat kalian jika Abdullah bin Salam mengislamkan diri menjadi muslim ?
Mereka menjawab : Maha benar Allah, dia tidak akan mengislamkan diri menjadi muslim.
Pertanyaan dan jawaban ini sampai diulang tiga kali.

Rasulullah bersabda : Wahai Ibnu Salam, keluarlah engkau kepada mereka !
Abdullah bin Salam keluar. Dia berkata : Wahai sekalian orang Yahudi, bertaqwalah pada Allah.
Demi Allah yang tiada ilah yang hak untuk diibadati kecuali Dia. Sungguh kalian tahu bahwa dia adalah utusan Allah dan bahwasanya dia datang dengan kebenaran.
Maka mereka berkata : “Kamu dusta”
Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengeluarkan mereka. (HR. Al-Bukhary)

Al-Qur'an mengabadikan dirinya dalam suatu ayat:

"Katakanlah,"Terangkanlah kepadaku, bagaimana pendapat kalian jika sebenarnya (Al-Qur'an) ini datang dari Allah, dan kalian mengingkarinya, padahal ada seorang saksi dari Bani Israil yang mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang disebut dalam) Al-Qur'an lalu dia beriman; kalian menyombongkan diri. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim."(QS. 46/Al-Ahqaaf : 10)

Jumat, 17 Oktober 2014

Gertakan Kebangsaan Yahudi Terhadap Iman Diatas Jejak Kenabian



 Katakanlah: "Jika kalian (menganggap bahwa) negeri akhirat (surga) itu khusus untuk kalian di fihak Allah, lain dari manusia yang lain, maka inginilah kematian (kalian), jika kalian  memang benar. (QS. 2/Al-Baqarah : 94)

Dan sekali-kali mereka tidak akan mengingini kematian itu selama-lamanya, karena kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh tangan mereka (sendiri). Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zhalim. (QS. 2/Al-Baqarah : 95)

Terhadap kebohongan mereka itu, Allah memerintahkan kepada Rasulullah :


Katakanlah: "Hai orang-orang yang adalah Yahudi, jika kalian mendakwakan bahwa sesungguhnya kalian sajalah kekasih Allah lain dari  manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematian kalian, jika kalian adalah orang-orang yang benar" (QS. 62/Al-Jumu’ah : 6).

Mereka tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebabkan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zhalim. (QS. 62/Al-Jumu’ah : 7)

Gertakan orang-orang Yahudi bahwa negeri akhirat itu hanyalah untuk orang-orang Yahudi yang beragama Yahudi dan Nasrani ( quran.com/2/111 ) merupakan kebohongan dan kesombongan mereka atas bangsa non Yahudi bahwa bangsa non Yahudi tidak layak masuk surga Allah di akhirat. Bangsa Yahudi adalah kekasih-kekasih Allah sedangkan bangsa Non Yahudi harus tunduk menjadi pelayan-pelayan bangsa kekasih Allah anggapan mereka.
Itulah diantaranya yang bangsa Yahudi memandang Non Yahudi binatang.
"Jehovah created the non-jew in human form so that the jew would not have to be served by beasts. The non-jew is consequently an animal in human form, condemned to serve the jew day and night."
- Midrasch Talpioth, p. 225-L

"Tuhan menciptakan non-Yahudi dalam bentuk manusia sehingga Yahudi tidak harus dilayani oleh binatang (tetapi oleh manusia non-Yahudi). Non-Yahudi konsekuensinya adalah binatang dalam bentuk manusia, dikutuk untuk melayani  Yahudi siang dan malam.

Sedang Yahudi beragama apapun mereka, disebut beriman ataupu disebut kafir mereka itu adalah penghuni surga dan adalah kekasih-kekasih Allah lain dari manusia lain. Lain dari manusia lain.
Adapun penghuni surge dan yang adalah kekasih-kekasih Allah secara special adalah generasi beriman yang dibangun dan dipimpin diatas jejak kenabian, berbangsa apapun mereka sebagai satu umat yang lain dari manusia lain. Lain dari manusia lain. Sekali lagi bukan bangsa tertentu hatta Yahudi sekalipun yang lain dari manusia lain tiu.
Generasi beriman yang dibangundan dipimpin diatas jejak kenabian itu telah ditraktatkan dalam lembaran kenabian tertulis yang dictum pertamanya adalah sebagai berikut :

Dengan asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Inilah naskah tertulis dari Muhammad Nabi yang ummy antara orang-orang mukminin dan muslimin dari Quraisy dan Yatsrib dan orang yang mengikutinya kemudian bergabung bersamanya dan berjihad bersamanya. Bahwasanya mereka adalah umat yang satu tersendiri dari manusia lainnya

Sekali lagi umat mu’minin adalah umat yang satu lain dari manusia lain. Lain dari manusia lain.

Kebohongan

Atas kebohongan mereka pula bahwa hanya mereka yang masuk surga di akhirat sebagaimana kebohongan mereka bahwa mereka kekasih-kekasih Allah dan kebohongan mereka tentang Nabi Isa, mereka ditantang untuk bermubahalah sebagaimana difirmankan Allah Subnhaanahu wa Ta’aalaa :

 Siapa yang membantahmu tentang kisah `Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la`nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. (QS. 3/Aali ‘Imraan : 61)

Tentu mereka tidak berani bermubahalah menghadapi kenabian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam karena sebagian dari bangsa mereka akan mengalami kematian.

Kalaupun mereka mau bermubahalah maka mereka akan dikutuk dalam keadaan yang rendah dan mereka binasa.


Ismail bin Yazid Ar-Raqy Abu Yazid dari Furat dari Abdul Karim dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata : Abu Jahl berkata : Sungguh jika aku melihat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam shalat di Ka’bah, aku datangi dia sehingga aku injak atas batang lehernya.
Ibnu ‘Abbas berkata : Maka katanya : Kalaulah dia  berbuat itu sungguh Malaikat mengambil tindakan padanya secara terang-terangan. Dan kalaulah sesungguhnya Yahudi itu menginginkan kematian, sungguh mereka mati dan mereka melihaat kedudukan mereka di neraka. Dan kalaulah orang yang bermubahalah menghadapi Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam itu keluar, sungguh mereka kembali (dalam keadaan) tidak mendapati lagi hartanya dan keluarga. (HR. Ahmad)

Klaim sebagai kelas masyarakat yang special dan istimewa bangsa Yahudi atas bangsa-bangsa yang lain, beriman ataupun kafir orang Yahudi itu, kemudian di Amerika Latin dipakai menjadi Teologi Pembebasan.
Teologi Pembebasan itu ,mengkaidahkan masyarakat yang diperjuangkan bukan umat beriman berjuang menghadapi kaum kafir, melainkan adalah orang-orang tertindas yang beriman dari kalangan gereja di luar control Vatican dan orang-orang kafir sosialis-komunis di luar control Moscow berjuang melawan penindas.
Dan Teologi Pembebasan itu menjadi kaidah perjuangan kalangan pemuda muslim di negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia ini.

Minggu, 12 Oktober 2014

Kejangkitan Bangsa Pemecahbelah Kitab-kitab Allah

Melawan Keimanan dan Ketaatan pada Kitab-kitab Allah

Dan setelah datang kepada mereka Al-Qur'an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan  Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la`nat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. (QS. 2/Al-Baqarah : 89)

Abu al-‘Aliyah mengatakan : Adalah Yahudi dahulunya meminta pertolongan kepada Allah dengan diturunkannya Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam menghadapi orang-orang musyrik Arab. Mereka mengatakan (untuk do’a mereka) :
Allahumma ya Allah, bangkitkanlah Nabi ini yang kami dapati termaktub ada di fihak kami (Ahli Kitab) sehingga kami bisa mengadzab orang-orang musyrik dan kami membunuh mereka.. Maka tatkala Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa membangkitkan Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan mereka melihatnya bahwasanya Muhammad itu bukan dari (bangsa Yahudi, yaitu) bangsa mereka, mereka mengingkarinya karena dengki terhadap orang-orang Arab, non-Yahudi yang reputasi kemuliaannya dengan kitab Allah (Al-Qur’an) itu merupakan ancaman bagi raputasi Yahudi sebagai bangsa ahli kitab, bangsanya para nabi sejak Nabi Ya’qub ‘alihissalam sampai dengan Nabi ‘Isa ‘alaihissalam, padahal mereka mengetahui bahwa Muhammad bin Abdullah adalah juga Nabi Allah, rasul Allah. Utusan Allah. Inilah hakikat radikalisme kebangkitan bangsa pendengki, kebangkitan bangsa pemecahbelah kitab-kitab Allah.

Ajaran kitab-kitab Allah yang dengannya bangsa Yahudi menjadi mulia diatas seluruh bangsa di dunia, kemudian doktrin, ajaran dan nilai-nilai perjuangannya diganti dengan doktrin, ajaran dan nilai-nilai perjuangan bangsa Yahudi. Inilah radikalisme keburukan, dimurkai dan diadzab dengan derita siksa yang menghinadinakan sebagaimana disebutkan dalam QS. 2/Al-Baqarah : 90 dan yang disebutkan dalam QS. 2/Al-Baqarah : 89 sebagai yang dilaknat oleh Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa :

Alangkah buruknya (perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan. (QS. 2/Al-Baqarah : 90)

Keburukan mereka adalah mereka menjual diri untuk berkorban yang semula seolah-olah demi kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para nabi yang memang sebelum Muhammad Rasul Allah para nabi itu adalah dari kalangan mereka (Yahudi), ajaran hidup dari Allah dan iman mereka yang adalah mereka itu ahli kitab, Yahudi dan Bani Israil,  Tetapi ternyata jika nabi itu, orang yang kitabullah diturunkan Allah padanya itu, bukan Yahudi, mereka ingkar, mereka dengki. Maka keburukan mereka itu jelas bahwa mereka memperjuangkan kebangsaan Yahudi yang mereka merasa lebih tinggi dibandingkan dengan non-Yahudi walaupun perjuangan mereka itu harus dengan memusuhi nabi Allah (non-Yahudi) dan dengan menentang kitab Allah (Al-Qur’an, diantaranya dengan memecahbelah kitab-kitab Allah itu) dan menghidupkan api peperangan demi peperangan di kalangan umat manusia pengikut ayat-ayat Allah yang telah dipecahbelah itu..
Dan diantara cara menghidupkan api peperangan demi peperangan itu adalah dengan mengobarkan semangat kebangsaan bangsa-bangsa di seluruh dunia yang dibela menghadapi misi kerasulan, misi kitab-kitab Allah dan ajaran-Nya dengan memerangi Nabi Allah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta pejuang-pejuangnya di belakang beliau.

Huyay bin Akhthab, pemimpin kaum Yahudi Bani Nadhir mengobarkan semangat bangsa lain yaitu kaum Quraisy untuk memerangi Nabi Muhammad dan kaum Muslimin di Madinah. Missi Yahudi itu untuk membangkitkan semangat kebangsaan Quraisy termasuk dengan mengatasnamakan agama. Missi Yahudi menyuarakan bahwa agama bangsa Quraisy lebih mulia dari pada agama Muhammad, dan tuhan mereka lebih baik daripada Tuhan Muhammad. www.islamnyamuslim.com/2014/03/syafiyah-istri-rasulullah-saw.html?m=1

Pada tahun 5 H/626 M para pemimpin Yahudi termasuk para pendetanya meyakinkan para penyembah berhala bangsa Quraisy di Makkah bahwa perang melawan Muhammad adalah kebenaran yang harus dilaksanakan dan menghancurkan Muhammad adalah tindakan yang diridhai Tuhan. Mereka juga berhujjah (berargumentasi) bahwa kepercayaan orang-orang Quraisy jauh lebih baik dari pada agama Muhammad. Dan adat istiadat serta tradisi jahiliah jauh lebih baik daripada ajaran-ajaran Al-Qur’an. (Muhammad Al-Ghazaliy, FIQHUS SIRAH, Menghayati Nilai-nilai Riwayat Hidup Rasulullah saw, Al-Ma’arif, Bandung, cet. Ke-10, tt, hal. 494) 
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kepada Al Qur'an yang diturunkan Allah", mereka berkata: "Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami".
Dan mereka kafir kepada Al Qur'an yang diturunkan sesudahnya, sedang Al Qur'an itu adalah (Kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah: "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?" (QS. 2/Al-Baqarah : 91)

Pemecahbelahan Ayat-ayat Allah

Pada kenyataannya kelompok dari kalangan umat, mengikuti tokohnya ( tokoh intelektual, ulama, tokoh social maupun tokoh politik ) penganut suatu doktrin ayat tertentu saling menghujat, saling menentang, saling mengutuk, benci membenci, fitnah memfitnah bahkan saling bunuh membunuh. Padahal ayat-ayat Allah, kitab-kitab Allah yang asli, semuanya adalah doktrin Allah menyertai diciptakannya manusia. Ayat-ayat Allah yang didoktrinkan bertentangan satu sama lain itu, diantaranya :

Pertama : Perintah Allah untuk berjihad

Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (QS. 9/At-Taubah : 73)

 Kedua : Perintah Allah untuk berdakwah dengan bijak

Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabb-mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 16/An-Nahl :125)

Ketiga : Misi kerasulan Nabi sebagai rahmatan lil-‘aalamiin

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS.21/Al-Anbiyaa’ : 107)

Dengan pemecahbelahan ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an yang akarnya adalah kejangkitan bangsa pendengki pemecahbelah kitab-kitab Allah tersebut memastikan bahwa sunnah Rasulullah sebagaimana diberitakan dalam hadits berikut inimenjadi sama sekalai tidak berlaku di kalangan umat muslimin di seluruh dunia dan lebih-lebih lagi di kalangan non Muslim.

Imam Muslim berkata Muhammad bin Rafi' dari Abdur-Razzaaq menceritakan hadits kepadaku dari Ibnu Juraij dari Abu az-Zubair bahwa dia mendengar Jabir bin Abdullah berkata : Nabi shallallaahu 'alaihi wa aalihi wa sallam membuat ketentuan tertulis atas kelompok-kelompok klan menanggung pembayaran denda (diat) kemudian menentukan bahwa seorang muslim tidak boleh menjalin ikatan hubungan dengan seorang budak seseorang muslim yang lain tanpa seizin tuannya. Kemudian diberitahukan bahwa beliau mela'nat dalam shahifahnya orang yang melakukan perbuatan yang dilarang itu (HR. Muslim)




Operasi Rahasia Pemecahbelahan Umat

Bagaimana doktrin-doktrin perpecahan itu ditanamkan oleh penguasa dunia, oleh Zionis Yahudi ?
Berikut ini diantara rencana rahasianya :

Ketika telah sampai saatnya bagi Tuan Penguasa Kedaulatan Seluruh Dunia kita (Yahudi)untuk dinobatkan, maka tangan-tangan yang sama inilah yang akan menyapu habis semua yang bisa menjadi penghalang kita.

Goyim (non-Yahudi) telah kehilangan kebiasaan berpikir mereka tanpa digerakkan dengan saran-saran dari spesialis-spesialis kita. Oleh karena itu mereka tidak bisa melihat kepentingan mendesaknya apa yang kita akan  seketika adopsi, saatnya kerajaan kita datang, yakni itulah sedemikian esensialnya untuk memberikan di sekolah-sekolah nasional seberkas ilmu pengetahuan sederhana yang sebenar-benarnya, basis semua ilmu pengetahuan - yaitu ilmu pengetahuan tentang struktur kehidupan manusia, tentang eksistensi sosial, yang membutuhkan pembagian kerja, yang memastikan adanya pembagian manusia menjadi divisi-divisi kepada kelas-kelas dan persyaratan-persyaratan. Hal ini esensial bagi semua orang untuk mengetahui bahwa karena adanya perbedaan di dalam obyek-obyek kegiatan manusia inilah maka tidak bisa ada persamaan ( equality ) apa pun, sehingga dia dengan suatu aksi perbuatan berkompromi pada seluruh kelas tidak bisa menjadi sama pertanggungjawabannya di depan hukum, yang akibatnya tidak mengenai siapa pun kecuali kehormatan dirinya sendiri.

Sebenar-benarnya ilmu pengetahuan tentang struktur masyarakat, ilmu yang kita larang Goyim (non-Yahudi) memasuki rahasia-rahasianya, akan mendemonstrasikan kepada seluruh manusia bahwa posisi-posisi dan kerja itu harus selalu tetap berada di dalam suatu lingkaran tertentu, di mana posisi-posisi dan pekerjaan itu tidak boleh menjadi sumber atau penderitaan (konsekuensi hasil bahagia atau risiko sengsara) manusia, yang berkembang (terbangun) dari pendidikan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, yang individu-individunya diperintah (harus) melakukannya. Setelah menempuh studi tuntas akan (ajaran-ajaran dalam) ilmu pengetahuan ini, orang-orang akan dengan sukarela tunduk patuh mentaati otoritas kekuasaan (kita) dan mereka akan menerima posisi apa saja yang ditentukan untuk mereka di dalam negara (kedaulatan seluruh dunia kita). Dalam keadaan (di dalam) ilmu pengetahuan dan pengarahan yang ada yang telah kita berikan untuk pengembangannya, rakyat, yang begitu saja mempercayai apa saja yang laku dicetak (diciptakan untuk dipublikasikan - yaitu gantungan harapan, cinta, perasaan dan ide dengan penuh pembelaan dan kesetiaan - berkat adanya desakan-desakan yang sebenarnya ditujukan untuk menyesatkan mereka sendiri dan berkat kedunguan mereka sendiri – yang adalah juga merupakan kebencian buta terhadap semua kondisi yang mereka anggap berada di luar (ajaran)-nya, karena mereka tidak memiliki pemahaman tentang makna kelas dan (persyaratan-persyaratan) kondisi. http://www.jewwatch.com/jew-references-protocols-full-text-2-protocols-1-2-3.html#PROTOCOL%20No.%203 

Pada tahun ke-10 H/631 M di padang wuquf di Arafah, pada hari Jum’at tanngal 9 Dzulhijjah berkhotbah dan bersabda :

Sesungguyhnya darah kalian adalah suci atas kalian sebagaimana sucinya hari kalian ini, di bulan suci kalian ini, di negeri kalian ini. Ingatlah setiap urusan Jahiliah ada di bawah kedua kakiku ini diletakkan.
Dan tuntut bela darah Jahilian telah diletakkan, dan sesungguhnya tuntut bela darah yang pertama kali aku letakkan dari darah kita adalah darah Ibnu Rabi’ah bin Al-Harits, adalah dia disusukan pada Bani Sa’d kemudian Hudzail membunuhnya.
Dan riba Jahiliah telah diletakkan, dan riba yang pertama kali aku letakkan dari kita adalah riba ‘Abbas bin Abdul Muththalib. Maka sesungguhnya ia telah diletakkan semuanya.

Kini Zionis Yahudi penguasa kerajaan riba bisa mengatakan apa yang dikhutbahkan oleh Muhammad untuk penghapusan riba dan tuntut bela darah mu’minin yang tertumpah diletakkan di bawah kaki Zionis. Persempit ruang untuk shadaqah karena semua didominasi praktek riba dan darah Mu’minin yang tertumpah tak ada lagi tuntutan bela.